Berkat Sumber Literasi Perpustakaan Kaltim, Tiga Siswa SMAN 4 Samarinda Raih Juara 3 Lomba Infografis Tingkat SMA

Line Shape Image
Line Shape Image
Berkat Sumber Literasi Perpustakaan Kaltim, Tiga Siswa SMAN 4 Samarinda Raih Juara 3 Lomba Infografis Tingkat SMA

Berkat Sumber Literasi Perpustakaan Kaltim, Tiga Siswa SMAN 4 Samarinda Raih Juara 3 Lomba Infografis Tingkat SMA

 

Samarinda–Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra-putri Bumi Etam. Tiga siswa SMAN 4 Samarinda, Bunga Nabilla Assyifa, Raisya Rahmadani, dan Adinda Nurdesyka Jufri, berhasil meraih Juara 3 dalam Perlombaan Informasi Grafis GAMATIKA yang digelar dalam rangkaian kegiatan Stem Sparks FMIPA Universitas Mulawarman pada Juni 2026.

Menariknya, karya infografis yang mengantarkan mereka meraih prestasi tersebut lahir dari proses riset panjang dengan memanfaatkan berbagai sumber literasi, termasuk koleksi yang tersedia di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Timur, Senin (10/8/2026)

Ketiganya merupakan siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Matematika SMAN 4 Samarinda. Mengikuti perlombaan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi mereka, terlebih harus mengolah informasi menjadi infografis yang menarik sekaligus memiliki dasar data dan kajian yang kuat.

“Awalnya kami menghindari olimpiade sebenarnya, jadi kami pilih info grafis. Lalu, kepikiran mau angkat tentang Hudoq Kiba yang masih banyak orang belum tahu,” ujar Raisya.

Pilihan tersebut kemudian membawa mereka untuk mendalami salah satu kekayaan budaya Kalimantan Timur, yakni Tari Hudoq Kiba. Tidak ingin sekadar membuat karya visual, ketiganya melakukan riset secara mendalam untuk memastikan informasi yang disampaikan dalam infografis dapat dipertanggungjawabkan.

Perpustakaan Kaltim Jadi Sumber Riset

Proses riset yang dilakukan Tim “Aburai”nama yang merupakan gabungan dari nama ketiga anggota berlangsung cukup panjang. Mereka menelusuri berbagai referensi, mulai dari jurnal, artikel, hingga buku yang tersedia di Perpustakaan Kaltim.

“Lama banget kami riset kurang lebih satu bulan, referensi dari jurnal, artikel, dan buku yang ada di Perpustakaan Kaltim ini. Jadi, kami sangat terbantu sekali dengan koleksi buku Perpustakaan Kaltim,” ungkap Adinda.

Dukungan sumber literasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyusunan karya mereka. Berbagai informasi yang ditemukan tidak serta-merta digunakan, tetapi kembali dipelajari, dibandingkan, dan diolah agar menghasilkan informasi yang sesuai dengan tema yang mereka angkat.

Tantangan tersebut dirasakan Bunga ketika mereka harus mengolah data menjadi sebuah infografis yang mudah dipahami. Mereka melakukan penelusuran ulang terhadap berbagai aspek Tari Hudoq Kiba, termasuk fungsi dan makna yang terkandung di dalamnya.

“Susahnya itu buat infografis ini karena kami mengumpulkan dan mengolah lagi data grafis, jadi kami benar-benar meneliti ulang terkait Fungsional (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Ontologis (Hiburan dan Pendidikan), dan Mitologis (Ritual Sakral),” jelas Bunga.

Hasil riset tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk infografis yang tidak hanya menjadi karya perlombaan, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan Tari Hudoq Kiba kepada masyarakat luas.

Infografis karya Tim “Aburai” tersebut selanjutnya diserahkan kepada DPK Kaltim sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya bersama untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal.

Ketiganya berharap Tari Hudoq Kiba dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas, sebagaimana Tari Hudoq Bahau yang telah lebih dahulu dikenal sebagai salah satu kesenian khas Kalimantan Timur.

Bagi DPK Kaltim, prestasi yang diraih Bunga, Raisya, dan Adinda menjadi bukti bahwa perpustakaan dapat berperan dalam mendukung lahirnya karya dan prestasi generasi muda.

Ketersediaan sumber literasi yang beragam dapat menjadi modal bagi pelajar untuk melakukan riset, mengembangkan ide, hingga menghasilkan karya yang membawa nama baik daerah.

DPK Kaltim turut berbangga dan mengapresiasi prestasi ketiga pelajar tersebut. Terlebih, proses kreatif mereka menunjukkan bahwa koleksi Perpustakaan Kaltim tidak hanya menjadi bahan bacaan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan untuk mendukung proses belajar, penelitian, kreativitas, dan pencapaian prestasi.

Prestasi Tim “Aburai” sekaligus menjadi gambaran bahwa budaya literasi yang kuat dapat berjalan beriringan dengan kreativitas generasi muda dalam mengenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Bumi Etam.

Sumber: Humas DPK Kaltim


Ada Aspirasi/Pengaduan yang mau anda sampaikan?

Sampaikan disini lapor.go.id
Shape Image
Shape Image