Jumpa Arsip DPK Kaltim Jadi Ruang Diskusi Pengelolaan Arsip, Ratusan Peserta Antusias Ikuti Dua Series Perdana
Samarinda – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur terus berinovasi dalam meningkatkan kompetensi arsiparis dan pengelola arsip melalui program Jumpa Arsip (Jumat Membahas Persoalan Arsip). Program yang mulai dilaksanakan sejak Jumat, 10 Juli 2026 ini menjadi wadah berbagi pengetahuan sekaligus ruang diskusi mengenai berbagai persoalan kearsipan yang dihadapi perangkat daerah maupun instansi di Kalimantan Timur.
Pada series perdana yang diselenggarakan 10 Juli 2026, tema yang diangkat adalah Pengelolaan Arsip Dinamis Aktif Konvensional. Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dengan diikuti sebanyak 176 peserta yang berasal dari arsiparis, pengelola arsip, serta perwakilan berbagai instansi.
Antusiasme peserta semakin meningkat pada series kedua yang digelar 17 Juli 2026. Mengusung tema Pengelolaan Arsip Dinamis secara Digital melalui Aplikasi SRIKANDI, kegiatan ini diikuti oleh 300 peserta. Materi yang disampaikan memberikan pemahaman mengenai penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik di bidang kearsipan, sekaligus praktik pengelolaan arsip digital menggunakan Aplikasi SRIKANDI.
Setiap pelaksanaan Jumpa Arsip menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman sesuai dengan topik yang dibahas. Melalui konsep diskusi yang interaktif, peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga dapat menyampaikan berbagai kendala dan mencari solusi atas permasalahan kearsipan yang dihadapi di lingkungan kerja masing-masing.
Kepala DPK Provinsi Kalimantan Timur, Lisa Hasliana, berharap Jumpa Arsip dapat menjadi inovasi berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kearsipan.
"Jumpa Arsip kami hadirkan sebagai ruang belajar bersama yang terbuka bagi arsiparis maupun pengelola arsip. Harapannya, inovasi ini dapat menjadi sarana berbagi pengalaman, memperkuat kompetensi, serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan kearsipan yang dihadapi di lapangan. Dengan pengelolaan arsip yang semakin baik, kualitas tata kelola pemerintahan juga akan semakin meningkat," ujar Lisa.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Kearsipan dan Tenaga Kearsipan (PKTK) DPK Kaltim, Dewi Susanti, menjelaskan bahwa Jumpa Arsip dirancang sebagai program pembinaan yang dilaksanakan secara rutin dengan mengangkat isu-isu aktual di bidang kearsipan.
"Program Jumpa Arsip bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman arsiparis serta pengelola arsip terhadap berbagai regulasi, kebijakan, maupun implementasi pengelolaan arsip, baik secara konvensional maupun digital. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media konsultasi dan berbagi solusi atas berbagai permasalahan yang muncul dalam pengelolaan arsip di masing-masing instansi," jelas Dewi.
Menurutnya, manfaat yang diharapkan dari program ini adalah meningkatnya kompetensi SDM kearsipan, terwujudnya keseragaman pemahaman dalam pengelolaan arsip sesuai ketentuan yang berlaku, serta semakin optimalnya implementasi tata kelola arsip, termasuk pemanfaatan Aplikasi SRIKANDI sebagai bagian dari transformasi digital pemerintahan.
Melihat tingginya partisipasi peserta pada dua series perdana, DPK Kaltim optimistis Jumpa Arsip akan menjadi agenda pembinaan kearsipan yang terus diminati. Ke depan, berbagai tema strategis akan terus dihadirkan sesuai dengan kebutuhan arsiparis dan pengelola arsip, sehingga mampu mendukung terciptanya pengelolaan arsip yang profesional, tertib, dan akuntabel di Provinsi Kalimantan Timur.
Sumber: Humas DPK Kaltim