Belajar Jadi Keluarga Bahagia, Kini Buku-Buku BKKBN Tersedia di Perpustakaan Kaltim
Samarinda-Dalam upaya mendukung pelestarian karya intelektual serta memperkaya koleksi bacaan masyarakat, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kantor Wilayah Kalimantan Timur menyerahkan 10 judul buku bertema keluarga kepada Perpustakaan Kaltim. Penyerahan ini dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR), Selasa (4/11/2025)
Muktia Syafni Putri, Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana sekaligus pengelola Perpustakaan BKKBN Kanwil Kaltim, menyampaikan bahwa penyerahan buku ini merupakan bentuk tanggung jawab lembaganya dalam melestarikan hasil karya dan pengetahuan tentang keluarga.
“Kami berharap, 10 judul buku yang diserahkan ini dapat menambah wawasan masyarakat dan pengunjung perpustakaan terkait ilmu keluarga. Fondasi masyarakat yang kuat berasal dari keluarga yang berpengetahuan cukup,” ujar Muktia.
Ia menambahkan, BKKBN Kanwil Kaltim telah beberapa kali menyerahkan karya cetak dan karya rekam ke Perpustakaan Kaltim, bahkan sebagian koleksi tersebut kini sudah bisa diakses secara digital melalui aplikasi iKaltim.
“Informasi tentang keluarga berencana sangat luas. Buku-buku ini juga kami gunakan sebagai modul ajar bagi penyuluh BKKBN ketika melakukan sosialisasi di lapangan,” tambahnya.
Melalui penyerahan ini, Muktia berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya program Keluarga Berencana (KB) dan peran keluarga dalam membangun masyarakat yang tangguh serta harmonis.
“Semoga masyarakat semakin sadar akan pentingnya perhatian terhadap masalah keluarga dan ikut mendukung program KB,” ungkapnya.
Sementara itu, Perpustakaan Kaltim terus membuka kesempatan bagi masyarakat, instansi, maupun lembaga untuk turut berpartisipasi dalam penyerahan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) atau hibah buku lainnya.
Masyarakat dapat menyerahkan karya atau buku secara langsung ke Perpustakaan Kaltim di Jalan Ir. H. Juanda Nomor 4, Samarinda, di mana petugas siap menerima dan mendokumentasikan setiap karya yang diserahkan.
Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya bersama dalam membangun budaya literasi dan pelestarian pengetahuan di Kalimantan Timur.
Sumber: Humas DPK Kaltim