Cetak Generasi Cerdas, Kutai Barat Kukuhkan Bunda Literasi di Tiap Kecamatan
Kutai Barat-Pemerintah Kabupaten Kutai Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi. Hal ini ditandai dengan pengukuhan Bunda Literasi tingkat kecamatan se-Kubar yang digelar di Gedung Aji Tulur Aji Jejangkat pada Rabu, (29/4/2026)
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan, adaptif, dan mampu bersaing di era global. Pengukuhan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk memperluas gerakan literasi hingga ke tingkat akar rumput, termasuk keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, dalam sambutannya menekankan bahwa literasi harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ia menilai, keberhasilan pembangunan tidak lepas dari kemampuan masyarakat dalam mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi secara bijak.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah mengubah cara pandang masyarakat terhadap aktivitas membaca. Ia menegaskan bahwa membaca tidak boleh lagi dianggap sebagai kewajiban semata, melainkan harus tumbuh menjadi kebutuhan dan kebiasaan yang menyenangkan.
“Yang perlu kita dorong adalah perubahan persepsi. Membaca harus menjadi kegemaran, bukan sekadar tugas. Dari situlah akan lahir masyarakat yang terus belajar dan berkembang,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap para Bunda Literasi yang telah dikukuhkan mampu menjadi motor penggerak di wilayah masing-masing. Peran mereka dinilai sangat strategis dalam menanamkan kebiasaan membaca sejak usia dini, sekaligus membangun lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya literasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur, Lisa Hasliana, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Ia menilai pengukuhan Bunda Literasi ini merupakan bagian penting dalam memperkuat ekosistem literasi di daerah.
Lisa menyebutkan bahwa keberadaan Bunda Literasi di tingkat kecamatan akan mempercepat penyebaran gerakan literasi hingga ke pelosok, sekaligus menjembatani program-program literasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten.
“Penguatan peran Bunda Literasi ini sangat strategis untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Ini menjadi salah satu kunci dalam mendorong peningkatan indeks literasi di Kalimantan Timur secara menyeluruh,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, komunitas, dan keluarga sangat diperlukan agar gerakan literasi tidak berhenti sebagai program, melainkan berkembang menjadi budaya yang mengakar.
Dengan adanya pengukuhan ini, diharapkan semangat literasi semakin tumbuh dan menyebar luas, menciptakan generasi masa depan Kutai Barat yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan berdaya saing tinggi.
Sumber: Humas DPK Kaltim