Jawab Tantangan Era Digital, DPK Kaltim Susun Pelatihan SDM Perpustakaan yang Lebih Tepat Sasaran

Line Shape Image
Line Shape Image
Jawab Tantangan Era Digital, DPK Kaltim Susun Pelatihan SDM Perpustakaan yang Lebih Tepat Sasaran

Jawab Tantangan Era Digital, DPK Kaltim Susun Pelatihan SDM Perpustakaan yang Lebih Tepat Sasaran

Samarinda-Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) bidang perpustakaan melalui penyusunan program pelatihan yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan di lapangan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Koordinasi Program Pelatihan Bidang Perpustakaan yang dilaksanakan secara daring. Bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur, pada Kamis (23/7/2026)

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan program pengembangan kompetensi tenaga perpustakaan di Kalimantan Timur dengan kebijakan nasional, sekaligus menjawab tantangan transformasi layanan perpustakaan yang semakin dinamis di era digital.

Berdasarkan data DPK Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025, saat ini terdapat 749 tenaga teknis perpustakaan dan 143 pustakawan yang bertugas di berbagai jenis perpustakaan pada seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Meski demikian, distribusi pustakawan profesional masih belum merata dan cenderung terkonsentrasi di wilayah tertentu sehingga berpengaruh terhadap kualitas layanan perpustakaan di daerah.

Dalam sambutannya, Kepala DPK Provinsi Kalimantan Timur, Lisa Hasliana, menegaskan bahwa pengembangan kompetensi SDM merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan perpustakaan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung transformasi digital.

"Hasil pemetaan yang telah kami lakukan menunjukkan sejumlah kebutuhan pengembangan kompetensi yang perlu menjadi prioritas, di antaranya pengelolaan perpustakaan berbasis Standar Nasional Perpustakaan (SNP), otomasi perpustakaan dan transformasi digital, literasi digital serta pemanfaatan teknologi informasi, pengembangan koleksi dan pengelolaan konten digital, transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, pelestarian bahan perpustakaan, pelayanan prima kepada pemustaka, hingga sertifikasi kompetensi pustakawan dan tenaga perpustakaan," ujar Lisa.

Menurutnya, pemetaan tersebut bukan sekadar menggambarkan kondisi SDM perpustakaan saat ini, melainkan menjadi dasar dalam merancang program pelatihan yang benar-benar menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

"Pemetaan ini kami lakukan bukan semata-mata untuk mengetahui kondisi saat ini, tetapi sebagai dasar penyusunan program pelatihan yang tepat sasaran, berbasis kebutuhan riil di lapangan, dan berkelanjutan. Dengan demikian, setiap pelatihan yang dilaksanakan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kompetensi individu maupun kualitas layanan perpustakaan," jelasnya.

Lisa berharap sinergi antara pemerintah daerah, Perpustakaan Nasional RI, dan BPSDM Kalimantan Timur dapat menghasilkan program pelatihan yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mencetak SDM perpustakaan yang profesional dan kompeten.

Koordinasi tersebut juga menghadirkan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpustakaan Nasional RI, Triani Rahmawati, yang memaparkan arah pengembangan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bidang perpustakaan sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas SDM perpustakaan secara nasional.

Sementara itu, Agus Supriana, menyampaikan materi mengenai kebijakan pengembangan kompetensi tenaga perpustakaan, penyusunan program dan kurikulum pelatihan bidang perpustakaan, standar mutu penyelenggaraan program pelatihan, hingga akreditasi program pelatihan bidang perpustakaan. Materi tersebut diharapkan menjadi acuan dalam menyusun program pelatihan yang memenuhi standar nasional sekaligus relevan dengan kebutuhan daerah.

Agenda koordinasi ini turut dihadiri Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur, Nina Dewi, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas aparatur dan tenaga perpustakaan melalui kolaborasi lintas instansi.

Melalui koordinasi ini, DPK Provinsi Kalimantan Timur berharap tersusunnya program pelatihan yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi SDM perpustakaan. Dengan tenaga perpustakaan yang semakin profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, perpustakaan di Kalimantan Timur diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih inovatif, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

Sumber: Humas DPK Kaltim

 


Ada Aspirasi/Pengaduan yang mau anda sampaikan?

Sampaikan disini lapor.go.id
Shape Image
Shape Image