Masuk 7 Besar Nasional untuk IPLM dan TKM, DPK Kaltim Fokus Tingkatkan Budaya Literasi Masyarakat

Line Shape Image
Line Shape Image
Masuk 7 Besar Nasional untuk IPLM dan TKM, DPK Kaltim Fokus Tingkatkan Budaya Literasi Masyarakat

Masuk 7 Besar Nasional untuk IPLM dan TKM, DPK Kaltim Fokus Tingkatkan Budaya Literasi Masyarakat

Samarinda - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Webinar Penguatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Tahun 2026 di Balai Pustaka DPK Kaltim, Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 367 peserta yang terdiri dari perpustakaan umum, perpustakaan khusus, perpustakaan sekolah, hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (26/5/2026)

Webinar ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut hasil kajian nasional Tahun 2025 yang disampaikan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Berdasarkan hasil kajian tersebut, Provinsi Kalimantan Timur memperoleh nilai IPLM sebesar 44,11 dan menempati peringkat ke-7 dari 38 provinsi di Indonesia. Sementara itu, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Kalimantan Timur memperoleh skor 57,86.

Capaian tersebut menjadi perhatian sekaligus tantangan bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam memperkuat pembangunan literasi daerah melalui pengembangan kebijakan, layanan program perpustakaan, peningkatan budaya baca, serta penguatan tata kelola data kajian perpustakaan yang lebih baik dan terintegrasi.

Kepala DPK Kaltim, Lisa Hasliana, menyebutkan IPLM dan TKM memiliki posisi yang sangat penting sebagai instrumen pengukuran capaian pembangunan literasi daerah.

“IPLM dan TKM bukan hanya sekadar angka statistik, tetapi menjadi gambaran nyata terhadap kondisi literasi masyarakat di daerah. Selain menjadi bagian dari evaluasi pembangunan perpustakaan dan budaya baca masyarakat, indikator ini juga menjadi bagian dari Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) pemerintah daerah dalam Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD),” ujarnya.

Lisa berharap melalui webinar tersebut seluruh peserta dapat memperoleh penguatan pemahaman terkait mekanisme pengumpulan data, validitas data, metodologi pengukuran, hingga teknis pengisian IPLM dan TKM Tahun 2026.

“Penguatan literasi tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari perpustakaan, sekolah, perangkat daerah, hingga masyarakat agar kualitas data dan implementasi program literasi di Kalimantan Timur semakin baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (P3KM), Hana Iriana, menyampaikan bahwa IPLM dan TKM merupakan potret dari upaya pengembangan literasi di suatu daerah.

“Nilai IPLM dan TKM menjadi refleksi bagaimana program literasi berjalan di masyarakat. Karena itu, kami akan terus meningkatkan pembinaan survei IPLM dan TKM, termasuk monitoring dan evaluasi terhadap program literasi di kabupaten dan kota yang masih mendapatkan catatan jalan di tempat,” jelas Hana.

Menurutnya, penguatan pendampingan kepada daerah menjadi langkah penting agar seluruh indikator pengukuran dapat dipenuhi secara optimal dan berkelanjutan.

Webinar tersebut juga menjadi ruang diskusi dua arah antara Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan perpustakaan daerah guna mencari solusi atas menurunnya IPLM dan TKM di berbagai wilayah Indonesia akibat perubahan formula perhitungan oleh Perpusnas RI.

Kegiatan menghadirkan narasumber Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas RI, Andin Bondar, serta Koordinator Kajian Perpustakaan, Irhamni.

Dalam paparannya, Irhamni menyebutkan tantangan Kalimantan Timur dalam pemenuhan data IPLM dan TKM turut dipengaruhi faktor geografis antar wilayah yang berjauhan. Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan validasi dan konfirmasi data yang lebih cermat oleh enumerator atau tenaga lapangan.

“Setiap responden harus dipastikan sesuai dengan indikator pertanyaan yang dibutuhkan agar data yang dihasilkan valid, lengkap, dan mampu menggambarkan kondisi literasi masyarakat secara menyeluruh,” ungkapnya.

Melalui webinar ini, DPK Kaltim berharap kualitas pengelolaan data kajian perpustakaan di daerah dapat semakin baik sehingga mendukung peningkatan pembangunan literasi masyarakat secara berkelanjutan di Kalimantan Timur.

Sumber: Humas DPK Kaltim

 


Ada Aspirasi/Pengaduan yang mau anda sampaikan?

Sampaikan disini lapor.go.id
Shape Image
Shape Image