Rayakan Hari Anak Nasional, Playdate Samarinda ajak Si Kecil Membaca Nyaring Bersama di Perpustakaan Kaltim
Samarinda -Tawa riang anak-anak memenuhi ruang layanan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur saat Komunitas Playdate Samarinda menggelar kunjungan edukatif Sebanyak 70 peserta, terdiri dari 40 anak-anak dan 30 orang tua, mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap buku sekaligus mengasah kemampuan bersosialisasi sejak usia dini, pada Kamis (23/7/2026).
Mengusung konsep belajar sambil bermain, kegiatan diawali dengan sesi read aloud atau membaca nyaring yang mengajak anak-anak menyelami cerita melalui cara penyampaian yang ekspresif dan interaktif. Anak-anak tampak antusias mengikuti alur cerita, menjawab pertanyaan, hingga berbagi pendapat tentang tokoh dan pesan yang mereka tangkap dari buku yang dibacakan.
Suasana semakin semarak saat memasuki sesi edukasi bertema "Cara Berteman yang Menyenangkan" yang dipandu oleh Bunda Hesti Suci Mawarni. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak, ia mengajak peserta belajar tentang pentingnya saling menyapa, berbagi, menghargai perbedaan, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, serta bekerja sama saat bermain bersama teman.
Melalui berbagai permainan dan interaksi ringan, anak-anak diajak mempraktikkan langsung nilai-nilai tersebut sehingga pembelajaran terasa menyenangkan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Bunda Hesti Suci Mawarni menyampaikan bahwa perpustakaan merupakan ruang yang sangat tepat untuk menghadirkan pengalaman belajar yang positif bagi anak-anak.
"Kami ingin anak-anak mengenal perpustakaan bukan sebagai tempat yang sunyi atau membosankan, tetapi sebagai ruang yang menyenangkan untuk bermain, belajar, membaca, dan bertemu teman-teman baru. Melalui kegiatan seperti ini, mereka belajar banyak hal, mulai dari mencintai buku hingga membangun rasa percaya diri dan kemampuan bersosialisasi. Harapannya, pengalaman yang menyenangkan ini akan membuat mereka ingin kembali datang ke perpustakaan bersama keluarga," ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan orang tua dalam setiap kegiatan juga menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama dalam membangun kebiasaan membaca sejak dini.
Selama kegiatan berlangsung, para orang tua tampak aktif mendampingi putra-putrinya. Mereka tidak hanya menyaksikan, tetapi juga ikut berpartisipasi dalam berbagai aktivitas, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perpustakaan kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang belajar yang inklusif, ramah anak, dan mampu menjadi wadah tumbuhnya kreativitas, karakter, serta interaksi sosial. Melalui kolaborasi bersama komunitas, Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur terus menghadirkan berbagai program yang mendekatkan masyarakat dengan budaya literasi sejak usia dini.
Dengan semangat bermain, belajar, dan membaca bersama, diharapkan semakin banyak keluarga yang menjadikan perpustakaan sebagai salah satu destinasi edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak.
Sumber: Humas DPK Kaltim