Sanga-Sanga, Tanah Perlawanan: Jejak Perjuangan Merah Putih yang Abadi

Line Shape Image
Line Shape Image
Sanga-Sanga, Tanah Perlawanan: Jejak Perjuangan Merah Putih yang Abadi

Sanga-Sanga, Tanah Perlawanan: Jejak Perjuangan Merah Putih yang Abadi

Kutai Kartanegara- Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sanga-Sanga yang diperingati setiap tanggal 27 Januari kembali dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan pengenangan terhadap perjuangan rakyat Sanga-Sanga dalam melawan penjajahan Belanda. Peringatan bersejarah ini rutin digelar setiap tahun di Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (27/1/2026)

Pada peringatan tahun ini, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Ir. Seno Aji, M.Si, hadir dan memimpin langsung upacara peringatan. Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam para pahlawan sebagai wujud penghormatan dan doa atas jasa-jasa para pejuang.

Melansir dari Diskominfo Kaltim, Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sanga-Sanga berawal dari perlawanan rakyat terhadap kekuasaan kolonial Belanda pada tahun 1947. Para pejuang yang tergabung dalam gerakan perlawanan rakyat Sanga-Sanga mengadakan rapat rahasia untuk menyusun strategi merebut kekuasaan dari tangan penjajah. Rencana tersebut diwujudkan dengan mengalihkan perhatian Belanda melalui berbagai keramaian dan pertunjukan kesenian daerah yang digelar pada 26 Januari 1947.

Di tengah suasana keramaian tersebut, para pejuang secara diam-diam membagikan senjata dan amunisi. Serangan kemudian dilancarkan pada pukul 03.00 WITA dini hari, 26 Januari 1947. Berkat keberanian dan strategi yang matang, perjuangan rakyat Sanga-Sanga membuahkan hasil. Pada pukul 09.00 WITA, Kota Sanga-Sanga berhasil dikuasai oleh para pejuang, yang ditandai dengan diturunkannya bendera Belanda di Sanga-Sanga Muara oleh La Hasa.

Sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan tersebut, dibangun Monumen Perjuangan Merah Putih Sanga-Sanga yang memuat nama-nama para pejuang yang gugur dalam peristiwa heroik tersebut. Peristiwa ini kemudian dikenang sebagai Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sanga-Sanga dan diperingati setiap tanggal 27 Januari.

Turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Timur, Ir. Lisa Hasliana, M.Si. Ia menyampaikan bahwa Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sanga-Sanga merupakan bukti nyata keberanian, persatuan, dan pengorbanan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Menurut Lisa, semangat juang para pahlawan Sanga-Sanga harus terus diwariskan kepada generasi muda, tidak hanya melalui peringatan seremonial, tetapi juga melalui penguatan literasi sejarah dan pengelolaan arsip perjuangan bangsa.

“Peristiwa ini mengajarkan kita arti persatuan, keberanian, dan cinta tanah air. Tugas kita hari ini adalah menjaga dan merawat nilai-nilai perjuangan tersebut agar tidak luntur oleh zaman,” ujar Lisa.

Ia juga menegaskan bahwa DPK Kaltim memiliki peran strategis dalam mendokumentasikan dan melestarikan sejarah perjuangan daerah sebagai sumber pembelajaran dan identitas bangsa.

Peringatan Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sanga-Sanga diharapkan menjadi momentum refleksi bagi seluruh masyarakat untuk terus meneladani nilai-nilai kepahlawanan serta memperkuat semangat nasionalisme demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sumber: Humas DPK Kaltim

 


Ada Aspirasi/Pengaduan yang mau anda sampaikan?

Sampaikan disini lapor.go.id
Shape Image
Shape Image