Dorong Budaya Literasi, Pengelola Perpustakaan Sekolah di Bontang Dibekali Strategi Akreditasi Nasional
Bontang- Upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan budaya literasi terus dilakukan Pemerintah Kota Bontang. Salah satu langkah yang ditempuh yakni melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Strategi Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Menuju Akreditasi Nasional” yang digelar di Gedung Mini Teater, Selasa (5/5).
Kegiatan tersebut menjadi wadah peningkatan kapasitas bagi pengelola perpustakaan sekolah agar mampu menghadirkan layanan perpustakaan yang lebih modern, berkualitas, dan sesuai standar nasional.
Dalam sambutan Wali Kota Bontang yang disampaikan oleh Staf Ahli Pembangunan, Kemasyarakatan, dan SDM (PKSDM), Lukman, disebutkan bahwa literasi memiliki peran penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi perkembangan zaman. Menurutnya, perpustakaan sekolah memiliki posisi strategis sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan kreativitas siswa.
Ia menjelaskan bahwa fungsi perpustakaan saat ini telah berkembang, tidak lagi hanya sebagai tempat penyimpanan buku, melainkan juga pusat informasi dan pengetahuan yang harus mampu mengikuti perkembangan teknologi digital. Karena itu, pengelolaan perpustakaan memerlukan sumber daya yang kompeten, sistem yang terstandar, serta inovasi layanan agar mampu menarik minat peserta didik.
Tema bimtek mengenai strategi menuju akreditasi nasional dinilai relevan untuk mendorong peningkatan mutu perpustakaan sekolah. Akreditasi disebut bukan sekadar penilaian administratif, tetapi menjadi acuan dalam memperbaiki kualitas pengelolaan dan pelayanan perpustakaan secara menyeluruh.
“Perpustakaan yang dikelola dengan baik akan mendukung tumbuhnya budaya baca sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Lukman dalam sambutannya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan guru dan pengelola perpustakaan dalam membangun karakter serta kebiasaan literasi di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh sehingga perpustakaan sekolah dapat berkembang menjadi ruang belajar yang inklusif, nyaman, dan berbasis literasi digital.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang Abdu Safa Muha, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang Retno Febriyanti, Ketua ATPUSI Kota Bontang bersama jajaran pengurus, serta sejumlah narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur, yakni Rusmiati dan Marten Rumana. Selain itu, materi juga disampaikan oleh narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang, Rizky Hasanah.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua PGRI Bontang, Saparuddin, menyampaikan bahwa perpustakaan sekolah saat ini dituntut untuk mampu menjadi pusat informasi yang dikelola secara profesional dan inovatif. Oleh sebab itu, melalui bimtek tersebut pihaknya ingin meningkatkan kemampuan para pengelola perpustakaan sekaligus menyamakan pemahaman terkait standar pengelolaan perpustakaan sekolah.
Ia menjelaskan, selama dua hari pelaksanaan kegiatan, peserta mendapatkan berbagai materi penting mulai dari kebijakan Standar Nasional Perpustakaan, instrumen akreditasi, pengelolaan koleksi dan layanan perpustakaan, hingga katalogisasi menggunakan sistem Dewey Decimal Classification (DDC). Selain itu, peserta juga dibekali materi promosi perpustakaan berbasis inklusi sosial.
Sebanyak 103 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari pengelola perpustakaan jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga Madrasah Aliyah se-Kota Bontang.
Saparuddin turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta ATPUSI Kota Bontang.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini secara maksimal dan menerapkan ilmu yang diperoleh di sekolah masing-masing demi mewujudkan perpustakaan yang lebih berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat sekolah.
Sumber: Pemerintah Kota Bontang