Hari Ketiga Festival Literasi Kaltim, 50 Siswa SMKN 7 Samarinda Belajar Cegah Cyber Crime dan Asah Fotografi
Samarinda- Festival Literasi Kaltim bersama Gudang Buku Keliling (GBK) Kadrie Oening kembali menghadirkan kegiatan edukatif pada hari ketiga pelaksanaannya. Kali ini, puluhan pelajar diajak memperkuat pemahaman mengenai literasi digital melalui Workshop Pencegahan Cyber Crime (Kejahatan Daring) sekaligus mengasah kreativitas melalui Workshop Fotografi, Senin (31/8/2026)
Kegiatan yang menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur tersebut diikuti sekitar 50 siswa SMKN 7 Samarinda. Para peserta mengikuti materi dan praktik yang diberikan narasumber dengan antusias.
Workshop tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival Literasi Kaltim yang tidak hanya mendorong peningkatan minat baca, tetapi juga memperluas pemahaman mengenai literasi dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi.
Dalam sesi pencegahan cyber crime, narasumber dari Diskominfo Kaltim, Daffa, memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai berbagai potensi kejahatan yang dapat terjadi di ruang digital. Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan banyak kemudahan, tetapi di sisi lain juga menghadirkan risiko apabila tidak digunakan secara bijak.
Daffa menekankan pentingnya membekali diri dengan pengetahuan mengenai keamanan digital agar para pelajar dapat lebih berhati-hati ketika beraktivitas di internet.
Ia mengingatkan para siswa untuk tidak mudah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal, berhati-hati ketika menerima tautan atau pesan mencurigakan, serta tidak sembarangan mempercayai informasi yang beredar di media sosial.
Selain aspek keamanan, Daffa juga menyoroti pentingnya etika dalam berselancar di dunia maya. Setiap aktivitas digital, mulai dari mengunggah konten, memberikan komentar, hingga membagikan informasi, perlu dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
“Yang perlu dipahami adalah bagaimana kita menggunakan internet dengan aman dan bijak. Jangan sampai karena kurang hati-hati, data pribadi kita dimanfaatkan oleh orang lain atau kita justru menjadi bagian dari penyebaran informasi yang tidak benar,” jelas Daffa.
Menurutnya, kemampuan literasi digital harus dibangun sejak usia sekolah. Pelajar sebagai generasi yang sangat dekat dengan teknologi perlu memiliki kemampuan untuk mengenali informasi yang berpotensi merugikan sekaligus memahami batasan dalam berinteraksi di ruang digital.
Belajar Fotografi Langsung dari Gawai
Sementara itu, materi berbeda diberikan melalui Workshop Fotografi yang disampaikan oleh narasumber Diskominfo Kaltim, Adding.Workshop tersebut tidak hanya berlangsung dalam bentuk pemaparan materi. Para siswa juga dilibatkan secara langsung dalam praktik mengambil gambar menggunakan gawai masing-masing.
Adding mengajak peserta memanfaatkan perangkat yang sehari-hari mereka gunakan sebagai alat untuk menghasilkan karya fotografi. Dengan demikian, siswa tidak harus memiliki kamera profesional untuk mulai belajar fotografi.
Para peserta diberikan arahan mengenai bagaimana mengambil foto yang lebih menarik dengan memperhatikan komposisi, sudut pengambilan gambar, pencahayaan, hingga objek yang akan ditampilkan. Siswa kemudian langsung mempraktikkan materi yang diperoleh dengan mengambil foto menggunakan kamera pada gawai mereka masing-masing.
Menurut Adding, kebiasaan menggunakan gawai di kalangan pelajar sebenarnya dapat diarahkan menjadi aktivitas yang produktif. Tidak hanya digunakan untuk hiburan dan berselancar di media sosial, perangkat tersebut juga dapat menjadi sarana untuk belajar dan menghasilkan karya.
“Gawai yang setiap hari digunakan bisa dimanfaatkan untuk berkarya. Dari foto-foto yang dihasilkan, siswa dapat mulai membangun portofolio yang nantinya bisa menjadi bagian dari pengembangan kreativitas dan peluang mereka,” ujar Adding.
Praktik langsung tersebut membuat suasana workshop menjadi lebih interaktif. Para siswa tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga mencoba secara langsung bagaimana menghasilkan gambar yang memiliki nilai visual dan dapat digunakan sebagai karya. Adding juga mendorong para siswa untuk mulai mendokumentasikan aktivitas maupun lingkungan di sekitar mereka melalui fotografi. Dari kebiasaan tersebut, mereka dapat mengembangkan kemampuan secara bertahap sekaligus memiliki kumpulan karya yang dapat menjadi portofolio pribadi.
Literasi Digital dan Kreativitas Jadi Bekal Pelajar
Kegiatan hari ketiga Festival Literasi Kaltim bersama Gudang Buku Keliling ini menjadi gambaran bahwa literasi tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis.
Di tengah perkembangan teknologi, masyarakat juga dituntut memiliki kemampuan literasi digital agar mampu memahami informasi, mengenali risiko kejahatan daring, menjaga keamanan data pribadi, serta berkomunikasi secara etis di ruang maya.
Di sisi lain, kemampuan menghasilkan karya juga menjadi bagian penting dari pengembangan literasi generasi muda. Workshop fotografi memberikan kesempatan kepada pelajar untuk memanfaatkan teknologi yang mereka miliki sebagai sarana berekspresi dan menciptakan karya.
Kolaborasi dengan Diskominfo Kaltim tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa teknologi dapat memberikan manfaat besar apabila digunakan secara tepat.Melalui kegiatan seperti workshop pencegahan cyber crime dan fotografi, Festival Literasi Kaltim berupaya menghadirkan kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari generasi muda. Para siswa tidak hanya diajak menjadi konsumen informasi di dunia digital, tetapi juga didorong menjadi pengguna teknologi yang kritis, bertanggung jawab, kreatif, dan mampu menghasilkan karya.
Rangkaian Festival Literasi Kaltim bersama Gudang Buku Keliling akan terus berlanjut dengan menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif selama masa pelaksanaan festival. Dengan semangat membaca, berkarya, dan menginspirasi, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi generasi muda Kaltim untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, sekaligus menemukan peluang baru melalui literasi dan teknologi.
Sumber: Humas DPK Kaltim