Standar Nasional Perpustakaan Jadi Fondasi Layanan Berkualitas, DPK Kaltim Gelar Sosialisasi untuk Berbagai Jenis Perpustakaan
Samarinda – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan Sosialisasi Standar Nasional Perpustakaan (SNP) bagi Perpustakaan SMA, Perpustakaan Khusus, serta Perpustakaan Desa/Kelurahan. Kegiatan ini dilaksanakan, bertempat di Aula Oemar Dachlan DPK Kaltim, dan diikuti oleh para pengelola perpustakaan dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Timur, pada Kamis, (11/12/2025)
Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengelola perpustakaan dalam menerapkan Standar Nasional Perpustakaan sebagai acuan utama pengelolaan perpustakaan yang profesional, berkualitas, dan berkelanjutan. SNP mencakup berbagai aspek penting, antara lain standar koleksi, standar sarana dan prasarana, standar pelayanan, standar tenaga perpustakaan, standar penyelenggaraan, serta standar pengelolaan dan pendanaan perpustakaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPK Kaltim, Anita Natalia Krisnawati, dalam sambutannya menegaskan bahwa penerapan SNP merupakan fondasi penting dalam mewujudkan perpustakaan yang berdaya guna dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Standar Nasional Perpustakaan bukan sekadar dokumen administratif, tetapi pedoman strategis untuk memastikan setiap perpustakaan dikelola secara profesional, memiliki layanan yang berkualitas, serta mampu menjawab kebutuhan pemustaka sesuai perkembangan zaman,” ujar Anita.
Ia menjelaskan bahwa perpustakaan SMA berperan strategis dalam mendukung proses pembelajaran dan penguatan literasi pelajar, perpustakaan khusus menjadi pusat rujukan informasi sesuai bidangnya, sementara perpustakaan desa dan kelurahan merupakan garda terdepan dalam pemerataan akses informasi dan peningkatan budaya baca masyarakat.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap seluruh pengelola perpustakaan memiliki pemahaman yang sama tentang standar minimal yang harus dipenuhi. Dengan demikian, kualitas layanan perpustakaan di Kalimantan Timur dapat meningkat secara merata,” tambahnya.
Anita juga menekankan pentingnya komitmen dan kolaborasi lintas sektor, baik antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, pengelola perpustakaan, maupun masyarakat, agar implementasi SNP dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (P3KM) DPK Kaltim menyampaikan bahwa sosialisasi SNP ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pendampingan perpustakaan di daerah agar mampu berkembang sesuai standar nasional.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa pengelola perpustakaan memahami secara utuh komponen SNP dan mampu menerapkannya secara bertahap sesuai kondisi dan potensi masing-masing perpustakaan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penerapan SNP akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan, kenyamanan pemustaka, serta relevansi koleksi dan program perpustakaan dengan kebutuhan masyarakat.
“Harapan kami, perpustakaan tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat menyimpan buku, tetapi menjadi ruang belajar sepanjang hayat, pusat aktivitas literasi, dan wadah pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam sosialisasi ini, peserta juga mendapatkan pemaparan materi teknis mengenai indikator dan instrumen SNP, diskusi interaktif terkait tantangan penerapan standar di lapangan, serta berbagi praktik baik (best practice) dari perpustakaan yang telah berupaya memenuhi standar nasional.
DPK Kaltim berharap, melalui sosialisasi SNP ini, pengelola Perpustakaan SMA, Perpustakaan Khusus, dan Perpustakaan Desa dan Kelurahan dapat semakin termotivasi untuk melakukan pembenahan dan pengembangan perpustakaan secara berkelanjutan. Dengan perpustakaan yang dikelola sesuai standar, diharapkan layanan informasi dan literasi kepada masyarakat Kalimantan Timur semakin berkualitas, inklusif, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia.
Sumber: Humas DPK Kaltim