Universitas Negeri Sebelas Maret Dorong Kerja Sama Kajian Naskah Kuno dengan DPK Kaltim
Samarinda- Prof. Dr. Kundharu Saddhono, S.S., M.Hum., dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, melakukan kunjungan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Timur (DPK Kaltim) dalam rangka penjajakan kerja sama pemanfaatan koleksi naskah kuno sebagai bahan ajar di perguruan tinggi. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala DPK Kaltim, Lisa Hasliana, didampingi jajaran, termasuk Kepala Bidang DPPKBP, Kamis (22/1/2026)
Dalam kunjungannya, Prof. Kundharu menyampaikan ketertarikannya terhadap koleksi naskah-naskah kuno yang tersimpan di DPK Kaltim. Menurutnya, naskah kuno memiliki nilai historis, linguistik, dan budaya yang sangat penting untuk dikaji secara akademik, khususnya sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa UNS.
Prof. Kundharu menjelaskan bahwa dirinya tengah mengembangkan metode pembelajaran berbasis naskah kuno, di mana mahasiswa tidak hanya mempelajari teori filologi dan kebahasaan, tetapi juga dilatih secara langsung untuk membaca, mentransliterasi, dan menerjemahkan naskah asli. Untuk itu, ia berharap DPK Kaltim dapat menjadi mitra strategis dalam menyediakan akses koleksi naskah bagi kegiatan akademik tersebut.
“Naskah-naskah kuno yang tersimpan di DPK Kaltim merupakan warisan intelektual bangsa yang luar biasa nilainya. Saya berharap koleksi ini tidak hanya tersimpan sebagai arsip, tetapi juga dihidupkan kembali melalui kegiatan akademik. Melalui pembelajaran di UNS, mahasiswa kami dapat belajar menerjemahkan, menafsirkan, dan memahami naskah-naskah tersebut secara ilmiah. Dengan demikian, naskah kuno tidak berhenti sebagai benda masa lalu, melainkan menjadi sumber pengetahuan yang relevan untuk masa kini dan masa depan,” ujar Prof. Kundharu.
Ia menambahkan, kerja sama dengan DPK Kaltim diharapkan dapat mencakup kegiatan penelitian bersama, kuliah lapangan, lokakarya penerjemahan naskah, hingga publikasi ilmiah. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga perpustakaan daerah merupakan langkah konkret dalam memperkuat literasi berbasis kearifan lokal.
“Saya sangat berharap ada kerja sama yang berkelanjutan. Mahasiswa kami akan mendapatkan pengalaman belajar yang otentik, sementara DPK Kaltim turut berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian naskah kuno. Ini adalah bentuk tanggung jawab bersama kita untuk menjaga dan mengembangkan khazanah intelektual Nusantara,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala DPK Kaltim, Lisa Hasliana, menyambut baik kunjungan dan gagasan yang disampaikan Prof. Kundharu. Ia menilai inisiatif tersebut sejalan dengan visi DPK Kaltim dalam meningkatkan literasi masyarakat dan pemanfaatan koleksi perpustakaan secara produktif.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan Prof. Kundharu Saddhono dan gagasan besar yang beliau sampaikan. Koleksi naskah kuno yang dimiliki DPK Kaltim memang perlu dimanfaatkan secara lebih luas, tidak hanya untuk pelestarian, tetapi juga untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan. Kerja sama dengan perguruan tinggi seperti UNS merupakan langkah strategis untuk mendorong kemajuan literasi di tanah air melalui pemanfaatan naskah kuno,” tutur Lisa Hasliana.
Ia menegaskan bahwa DPK Kaltim pada prinsipnya terbuka untuk kolaborasi yang mendukung penelitian, pendidikan, dan penguatan budaya literasi. Dengan adanya sinergi tersebut, Lisa berharap koleksi naskah kuno daerah dapat dikenal lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi dunia akademik maupun masyarakat umum.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari terjalinnya kerja sama antara UNS dan DPK Kaltim dalam upaya pelestarian serta pengembangan kajian naskah kuno, sekaligus memperkuat peran perpustakaan daerah sebagai pusat literasi dan pengetahuan berbasis budaya bangsa.
Sumber: Humas DPK Kaltim